Tampilkan postingan dengan label Curhatku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhatku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 April 2014

Tes Masuk Sekolah Dasar

Mas Bib dan LKS nya
Pagi tadi sekolahnya Habib rame. Hmm, biasanya juga rame sih, malah kadang susah bingittt kalo mau muter kendaraan, terlebih kendaraan roda empat. Soalnya sekolahnya Habib ini letaknya di ujung jalan. Mentok, nggak ada akses lain. Lah, kalo mentok berarti masuk gang donk? Hmm bukan gang sih, secara kalo gang kan nggak bisa dilalui kendaraan roda empat. Nah ini, roda empat masih bisa simpangan, cuma ya itu tadi, letaknya paling ujung. Eh salah ding, ujung sendiri masih ada masjid milik sekolahnya Habib. Jadi, kira-kira gambarannya seperti ini, kiri jalan letak sekolahnya Habib, lalu di depannya (yang dibatasi jalan yang cuman rame kalo pas antar-jemput saja) ada halaman luas tempat biasa wali murid parkir, di sebelahnya lagi ada saung atau gazebo tempat biasanya anak-anak makan siang. Agak ke sana lagi, ada tempat bermain flying fox, lalu tempat wudhu dan di pojok sendiri ada masjid besar tempat anak-anak sholat berjamaah dan mengaji.

Kembali kekeramaian tadi. Ternyata oh ternyata, ada tes penerimaan murid baru hari ini. Ya. Karena sekolahnya Habib ini swasta (IFDS = Islamic Full Day School), jadi seperti yang sudah-sudah, di bulan April dan Mei diadakan tes penerimaan siswa baru. Tentang apa saja yang diujikan bisa dilihat disini.


Senin, 10 Maret 2014

Hamil Bikin PeDe

Oh ya?! Yup!!

Sebagai seorang wanita yang pernah merasakan kehamilan, saya rasakan ke-PeDe-an itu. Semula saya anggap biasa, tapi begitu saya bandingkan saat hamil dan tidak hamil, kok saya merasakan sesuatu yang janggal ya. Beberapa kejanggalan yang saya rasakan adalah :



  • Belanja. Saya biasa belanja sayur mayur mentah di depan rumah (hmm, maap saya lupa sebutannya apa), dan saya menemukan perbedaan kebiasaan sebelum belanja antara saat saya hamil dan tidak. Saat hamil, jika penjual sayur itu datang, saya biasa langsung memakai jilbab begitu saja walau saat itu saya tengah memakai daster (tentunya daster yang panjang yaa..), sedangkan jika tidak hamil, maka saya selalu menyempatkan diri berdiri di depan cermin, memoles sedikit powder (seringnya pake baby powder, hehehe...) dan memastikan tidak ada kotoran mata (setep).   
  • Pakaian. Saat bepergian saya (sedikit) terbiasa disibukkan dengan memadukan antara baju atasan, bawahan dan jilbab atau gamis dan jilbab. Warna harus senada. Setidaknya tidak terlihat terlalu kontras. Nah, saat hamil, saya bisa memakai baju apa pun. Bisa jadi bawahan rok besar motif bunga-bunga, atasan kaos panjang motif garis, dengan jilbab motif polkadot (ugh, enggak banget kan?!!) Tapi, itu nggak masalah buat saya saat hamil.
  • Kosmetik. Saya memang bukan penggemar atau penggila kosmetik, tapi bukan berarti saya tidak membersihkan muka saya, kan?! Beberapa kosmetik yang saya miliki hanya berupa handbody lotion, facial wash, pelembab, foundation dan bedak tabur. Saya tidak biasa memakai lipstik dan eye shadow maupun eye liner atau entah apalagi. Saat tidak hamil saya selalu memakai perlengkapan yang saya punya itu. Mulai dari bangun tidur sampai menjelang tidur lagi. Bahkan saya akan merasa kurang jika perlengkapan sederhana itu tidak saya pakai. Namun hal itu tidak terjadi saat saya hamil, jangankan memakainya, mencium baunya saja saya sudah tidak tahan. Bahkan yang paling saya suka adalah sesaat setelah mandi atau wudhu, saat itu saya tidak perlu apa-apa lagi, karena saat bercermin, saya sudah merasa sangat cantik, hehehe...
  • Body. Perut saya memang tidak bisa rata seperti halnya perempuan lain pada umumnya, namun tidak juga terlalu menggelambir (huft, syukurlah), maka di saat tidak hamil, saya akan sibuk mensiasati bagaimana perut tersebut agar tidak terlihat terlalu besar (karena beberapa orang selalu menanyakan, “Lagi hamil ya?!” huwaaa... udah gede banget yak perut saya?!), namun hal tersebut tidak berlaku saat saya benar-benar hamil, saya justru bangga dengan perut saya yang besar tersebut.
  • De el el

Masih banyak hal-hal lain yang membuat saya lebih merasa percaya diri dikala hamil daripada tidak. Dari situ saya menyimpulkan betapa dahsyatnya aura seorang wanita hamil. Dengan tampil apa adanya ia akan selalu terlihat cantik dan menyenangkan. Bersyukurlah wanita yang sering hamil, karena ia akan selalu dikaruniai aura kebahagiaan tersebut. Bersyukurlah karena wanita itu telah diberikan kepercayaan dari Yang Maha Kuasa, berupa anugerah terindah yang tidak ternilai harganya.


Happy pregnancy, Moms (^_^)

Rabu, 05 Maret 2014

Tentang Kamu, Dek (Part 2)

Kisah ini masih tentang my baby. Tentang baby saya yang tak terlahir di dunia. Yang Allah SWT minta kembali setelah enam bulan saya merasakan kehadirannya di dalam rahim. Tentang baby saya yang langsung Allah SWT masukkan ke surgaNya.

“Nanti kalau Pak Modinnya tanya nama, namanya Firdaus, Pak,” pesan suami saya kepada Bapak saat beliau membawa baby saya pulang untuk dimandikan dan dimakamkan. Jika memang meninggal di dalam kandungan dan masih berumur enam bulan, haruskah dimandikan dan dishalatkan? Ya. 

“Jika Janin tersebut sudah berumur empat bulan, maka status janin tersebut adalah makhluq yang bernyawa, dan dikatagorikan makluq hidup, sehingga harus  dimandikan, dikafani, disholatkan, serta dikuburkan sebagaimana kalau mengubur orang yang meninggal dunia. Ini adalah pendapat Syafi’I, Ahmad dan Ishaq bin Ruhawaih serta Ibnu Taimiyah pengarang kitab “ Al-Muntaqa “. (An-Nawawi, Syareh Shahih Muslim, 7/48, Ibnu Rajab, Fathu al-Bari : 1/ 487, Al Mubarfukuri,  Tuhfatu al-Ahwadzi, 4/ 102- 104 )

“Kenapa namanya Firdaus, Yah?” tanya saya waktu itu, suami saya menjawab karena baby kami langsung kembali ke FirdausNya. Semula saya ingin menambahkan Al Ayyat. Firdaus Al Ayyat, dikarenakan dua bulan terakhir saat Firdaus masih di dalam rahim, saya dan Firdaus selalu membaca ayat-ayat Allah minimal satu jam per hari. Untuk yang satu ini, saya sangat bersyukur memutuskan untuk mengikuti ODOJ (One Day One Juz) di saat Firdaus berusia empat bulan, sehingga kami serasa semakin dekat ketika bertilawah. Saya masih mengingat bagaimana Firdaus selalu merespon tiap ayat yang saya baca saat itu.

Tentang Kamu, Dek (Part 1)

Sampai hari ini saya masih dan selalu menyukai hujan. Menyukai aroma tanah basahnya sembari menantikan jutaan jarum itu menembus bumi Allah. Adalah sebuah kebiasaan bagi saya mendengungkan doa (meskipun kadang hanya di dalam hati) saat hujan mulai turun. Saya masih ingat doa yang sering saya panjatkan akhir-akhir ini, tepatnya sejak enam bulan yang lalu.

Enam bulan yang lalu, saya mendapati garis dua di test pack yang sudah saya beli beberapa bulan sebelumnya. Sujud syukur dan rasa bahagia yang membuncah seketika menguasai hati saya. Ada perasaan senang, cemas, gugup, tidak percaya, dan lain-lainnya yang muncul secara bersamaan.  Dan keajaiban itu terjadi. Sensitivitas tinggi, mood juga naik turun dengan fluktuasi yang tidak bisa ditebak. Kadang saya berpikir, bagaimana bisa janin yang masih berbentuk segumpal darah itu merubah semua hal? Kamar mandi saya yang baik-baik saja tiba-tiba selalu membuat mual setiap kali saya masuk. Suami saya yang baik-baik saja tiba-tiba sama sekali tidak ingin saya sentuh. Suara TV atau winamp di komputer yang baik-baik saja tiba-tiba menjadi masalah bagi saya. Bahkan makanan yang saya gemari hanya terbuang percuma sebelum sempat dicerna di dalam perut. Ya. Betapa ajaibnya gumpalan darah itu. Dan dari semua hal yang selalu ‘menyusahkan’ itu selalu saya sambut dengan belaian lembut di perut saya yang belum buncit tersebut. Subhanallah. Sungguh Allah SWT Maha Sempurna. Menciptakan suatu makhluk yang sama sekali belum terlihat namun mampu menimbulkan rasa cinta yang besar bagi saya.

Di usianya yang empat bulan, tendangan-tendangannya sudah bisa saya rasakan. Masih terasa seperti kedutan, namun sungguh luar biasa rasanya. Semakin bertambah hari semakin kuat tendangannya. Dan saya pun semakin jatuh cinta pada makhluk mungil di dalam rahim saya.

Hingga kemudian .....

Keajaiban Mimpi (Part 2)

M.I.M.P.I

Mari kita bicara tentang mimpi lagi. Mimpi saya beberapa waktu lalu yang saya bilang sangat tinggi dan yang kemudian justru semakin menambah kepercayaan dan keyakinan saya bahwa semua akan menjadi nyata, ternyata ..... 
BENAR-BENAR MENJADI KENYATAAN.

Alhamdulillah .....
Lima bulan sudah saya menikmati mimpi itu, semoga Allah SWT memberi rezeki yang luas dan barokah hingga kami bisa menyelesaikan kewajiban kami tiap bulannya. Hmm, kewajiban apa?! Bayar cicilan, say, hahayyy .....


Yang mampu mewujudkan mimpi yaaaa kita sendiri DENGAN KUASA-NYA. Loph YOU, ALLAH, 
sangatttt!!!

Madiun, 160513

Keajaiban Mimpi (Part 1)

M.I.M.P.I
Orang bilang HOPE. Harapan. Dan saya lebih suka menyebutnya KEAJAIBAN. Kenapa harus keajaiban?!! Simple saja, karena tidak semua orang mempunyai mimpi dan jika seseorang tersebut mempunyai mimpi itu berarti dia mempunyai kekuatan besar untuk mewujudkannya. Dan disitulah letak keajaibannya.

Dan .....

Saat ini saya mempunyai mimpi yang sangat besar. Mimpi yang kadang membuatku tertawa membayangkan betapa tingginya mimpi saya itu, namun sekaligus menambah kepercayaan diri yang sangat besar bahwa hal tersebut akan menjadi nyata. Keyakinan bahwa mimpi saya akan terwujud.
Naaaaa ..... Sudah terbayang kan betapa ajaibnya?!! 
Apa mimpi saya?!! 
Biar saya dan Allah SWT saja yang tahu :)

Brummm...

Madiun, 061012

Jumat, 17 Mei 2013

Si Kecilku SD


Ya. Tahun ajaran baru bulan Juli 2013 nanti si gantengku, Habib, mulai masuk sekolah dasar. Setelah sebelumnya saya sempat bimbang haruskah dia saya sekolahkan di negeri atau swasta, sebulan yang lalu saya yakin bahwa saya telah memilih sekolah swasta ini untuk enam tahun ke depan Habib.

Tanggal 27 April yang lalu Habib mengikuti tes ujian masuk Islamic Full Day School Al Husna. Beberapa tes yang diberikan adalah tes membaca, tes menulis, tes berhitung, tes bahasa inggris, tes kepribadian dan tes mengaji. Tes membaca berupa membaca beberapa kalimat (kurang lebih satu paragraf) sebuah buku cerita bergambar. Tes menulis terdiri dari menulis beberapa kata yang membentuk satu kalimat. Saat itu, Habib kebagian menulis à pensil untuk menulis, dan dua kata lagi à tas baru. Alhamdulillah dia bisa (^_^) sedangkan untuk berhitung, tester menyediakan sekotak permen yang kemudian dia memainkan penambahan dan pengurangan melalui permen tersebut. Tes bahasa inggris terdiri dari kosa kata ringan dan berbagai jenis warna. Untuk tes kepribadian, calon siswa diminta untuk menyebutkan identitasnya dan sedikit tanya jawab. Untuk tes mengaji, calon siswa akan ditanya, dia sampai iqro’ atau jus berapa, lalu membaca iqro’ atau jus yang ia sebutkan. Dan terakhir, bermain flying fox.

Mungkin hal terakhir itu yang sangat disukai Habib hingga dia bersikukuh ingin bersekolah di SDIT ini. Saya setuju saja karena saya memang suka cara belajar di SDIT ini, yang menerapkan metode SAL (Super Aktif Learning) dan juga jumlah siswa yang tidak terlalu banyak (maks 30 siswa) dengan satu guru kelas dan satu guru pendamping, serta tidak diberlakukan pe-er, sehingga semua harus selesai di kelas, jika tidak mampu, guru akan membantu.

SDIT ini memang masih tergolong baru tapi insya Allah akan cepat berkembang dengan sistem belajar yang tidak dimiliki sekolah lain. Walau Habib berkesempatan untuk sekolah negeri, tapi baik saya maupun suami sudah memilih sekolah ini. Tidak mengapa mahal sedikit tapi semoga manfaatnya banyak. Aamiin.

Enjoy your school, Bib (^_^)

Kamis, 04 April 2013

Menulis


Menulis bagi saya, di lain waktu, lebih kepada media penyampai rindu. Ketika saya merasakan kangen yang luar biasa terhadap sahabat saya semasa kecil, misalnya, saya pun bisa menebus kerinduan tersebut melalui tulisan. Sedikit rasa kangen ternyata mampu menyuguhkan berjuta rangkaian kata yang membuat saya bernostalgia. Dengan menulis juga saya bisa membuat kisah dengan akhir yang saya mau tanpa mempedulikan bahwa kenyataan yang ada tidak demikian. Ah, kenapa harus saya ambil pusing, toh tulisan saya hanya fiktif belaka walaupun saya menghadirkan sosok yang benar-benar ada di dunia nyata.

Memang saya tidak pernah mampu membuat tulisan saya sempurna, tapi saya cukup lega karena setidaknya saya mampu menghadirkan sosok yang saya rindu di dalam cerita saya.

Lalu, dimana tulisan-tulisan saya itu?

Hmm masih seperti yang dulu-dulu, hanya tersimpan rapi di folder khusus.

Kenapa?

Karena saya tidak pernah bisa menceritakan secara detail setting sebuah tempat, misal cafe, rumah, kantor dsb, dan hal tersebut membuat tulisan saya terkesan mentah. Ah...

#Episode : ingin berguru

Rabu, 12 Desember 2012

Kangen Leutika



Seharian ini saya beraktivitas di rumah memakai T-Shirt hitam legam bertuliskan tiga kata di kiri atas bagian depan. Read. Write. Inspire. Lalu di bagian bawah sebelah kanan ada huruf e warna hijau terukir besar. Sedangkan di bagian punggung, terdapat tulisan Leutika. Bukan Penerbit Buku Biasa. (sayangnya saya belum sempat mem-foto T-Shirtnya)

Ah,tiba-tiba saya kangen berkompetisi lagi…

Sampai hari ini saya masih terus jatuh cinta dengan penerbit buku tersebut. Entah karena apa, hmm mungkin karena saya mengenal penerbit untuk pertama kalinya yaa di Leutika itu. Bersama Leutika dan LeutikaPrio saya pernah mendapatkan T-Shirt gratis ini, sejumlah uang hadiah dari lomba, buku-buku gratis kiriman dari Leutika hadiah atas lomba yang berhasil saya menangkan, ada juga buku antologi perdana saya yang diterbitkan oleh LeutikaPrio. Memang hanya beberapa hal terjadi antara saya dengan Leutika, tapi yang beberapa itu sungguh mengena di hati saya. Saya pun pernah memenangkan lomba yang bertema Leutika in your Blog, yang pernah saya posting di sini. Lomba itu mendadak saja saya ikuti karena saat itu saya sungguh sayang jika sampai melewatkan setiap moment yang diselenggarakan oleh Leutika.

Beberapa kali saya juga membeli buku terbitan Leutika. Mudah sekali pemesanannya. Saya tinggal transfer, konfirmasi, satu-dua hari buku sampai di tangan saya. Pernah suatu ketika saya menang suatu lomba, dan pihak Leutika seperti biasa akan mengirimkan hadiah paket buku dalam waktu satu-dua hari. Tapi saat itu, saat beberapa teman efbe saya update status bahwa mereka telah menerima buku tersebut, sementara saya belum menerimanya, saya masih menunggu beberapa hari, karena saya pikir mungkin di kota saya memang datang terlambat. Akhirnya setelah menunggu beberapa hari belum datang juga, saya pun konfirmasi dengan pihak Leutika. Dan ternyata terdapat kesalahan pencatatan data di sana, mereka langsung meminta maaf dan berjanji akan mengirim hadiah secepatnya. Dan siapa yang menyangka, keesokan harinya, belum juga matahari tepat di atas kepala, buku tersebut sudah datang di rumah saya. Ah, cepat sekali, tidak sampai 24 jam ^^

Sekarang. Saat ini. Saat saya memakai kaos oblong ini. Saya (lagi-lagi) merindukan kegiatan begadang, bercengkerama dengan MS Word, ditemani dengan susu atau kopi susu hangat. 

Ya Rabbi, dapatkah saya merasakan ‘sensasi’ itu lagi…?!!

Kamis, 06 Desember 2012

Saya (ingin menjadi) Penulis



                                                    Penulis. Buku. Inspirasi. 

Antologi pertama yang terbit
Tiga kata yang sangat (sangat) ingin kupeluk erat-erat. Bangga kali ya saat nama kita tertulis di cover sebuah buku lalu dipajang cantik di rak-rak buku di beberapa toko buku gitu…

Hmm...
Saya suka menulis. Terutama nulis diary (duluu). Semasa masih skul (es-em-pe dan es-em-a) saya aktif sekali curhat di diary kesayangan. Cerita tentang banyak hal mulai dari yang penting bin heboh sampai yang nggak penting bin nggak perlu ditulis (yaa tapi tetap aja ditulis, hehe). Saat itu saya juga suka menulis cerpen. Cerpen yang saya tulis biasanya seputar persahabatan dan cinta monyet. Yaa mungkin karena masih putih-abu-abu, jadinya dua tema itu memang yang paling passs (^_^)

Selasa, 04 Desember 2012

Berhenti Berlangganan TV Kabel




Keluarga saya berlangganan TV kabel yang ber’merk’ ao*a sejak bulan nopember tahun lalu. Jadi bulan lalu, nopember 2012, saya genap berlangganan TV kabel tersebut selama setahun. Tahun lalu, sebenarnya tidak ada keinginan sama sekali untuk berlangganan TV kabel mengingat kebutuhan kami akan tayangan TV sangat minim. Saat itu kami baru beberapa bulan pindah dari Surabaya ke Madiun, kampung halaman saya. Dan oleh karena di Madiun tayangan TV tidak sebanyak dan sebening di Surabaya, suami saya memutuskan berlangganan TV saja, karena dia tidak ingin kehilangan acara TV kesayangannya, seperti ILC (Indonesia Lawyer Club), Mata Najwa, Kick Andy, dan beberapa tayangan berbobot lainnya.

Pilihan jatuh pada ao*a, salah satu TV berbayar yang menawarkan paket murah bangettt, hehe… Hanya dengan 59rb/bulan kami bisa menikmati 31 channel TV. Channel kesayangan suami saya ada, channel kesayangan si kecil seperti Disney Channel, Baby First maupun Jim Jam juga ada. Sementara saya? Ah saya tidak perlu TV, karena saya tidak suka sinetron, gosip, dll, jadi yang terpenting ada acara memasak saja sudah cukup ^^

Pelayanan ao*a menurut saya cukup baik. Jika saya baca dari hasil brosingan, beberapa mengeluhkan betapa tidak menyenangkannya berlangganan ao*a. Mulai dari teknisi yang suka kasih harga semaunya (saya tidak mengalami ini), sejumlah uang yang harus dikelurakan saat pelanggan memutuskan untuk berhenti berlangganan (saya tidak mengalami ini), atau pun gambar yang tiba-tiba hilang dari layar saat hujan (yang ini saya sempat mengalaminya).

Selasa, 27 November 2012

TK B atau SD

Bulan ini jagoan kecilku (yang udah nggak kecil lagi) berusia 5 tahun 5 bulan, usia yang masih childish untuk mengemban tugas sebagai seorang pelajar. Memang saat ini dia masih sekolah di TK A, tapi tahukah bunda bahwa dia sudah mendamba untuk segera masuk SD?! OMG, ada apa di SD hingga dia begitu menanti kedatangannya dan saat ini pun dia sudah mulai memainkan perannya yang seolah-olah adalah pelajar SD.

“Bentar tho, Bun, pe-ernya Habib masih banyak ini lho,” ini jawaban yang paling sering dia katakan saat saya mengajaknya tidur malam.






Ahahaha ya, dia menamai kegiatan menggambar, mewarnai, membaca-nya itu dengan sebutan pe-er. Padahal, tahukah sayang, pe-ermu nanti saat SD jauh lebih sulit dari pe-ermu sekarang? #sedih

Sebenarnya saya dan suami type orang tua yang tidak ingin buru-buru meng-SD-kan si kecil. Kami cenderung mengikuti iramanya. Bahkan jika kebanyakan orang tua bangga bahwa anaknya bisa masuk SD di usia 6 tahun bahkan kurang, kami bahkan tidak mengapa jika nantinya Habib masuk SD di usia 7 tahun. Tapi masalahnya, apa Habib mau menunggu lagi??

Sejak usia 2 tahun dia sudah saya kenalkan pada kosakata, melalui flash card (pengenalan flash card bisa dimulai sejak bayi berusia >6 bulan, dan saya tergolong terlambat). Pertama hanya iseng saat saya menunjukkan lima buah kata padanya, secara bergantian. Selama tiga hari saya ulang-ulang, “Ini bacanya car,” “Ini bacanya house,”dst, ucap saya sembari menunjukkan kertas kecil bertuliskan car, house, dll. Hingga di hari keempat saat saya lagi-lagi iseng mengevaluasi, lalu saya tanya, “Yang bacanya car yang mana ya, Dek?” eh dia bisa nunjuk dengan benar tulisan car itu. Begitu juga empat kata yang lain. Saya shock. Dia bisa.

Selasa, 13 November 2012

Cinta Allah


Saya selalu mencintai hujan. Entah kenapa... 

Mungkin karena gemericiknya yang unik. Mungkin juga karena aroma tanah basah yang selalu membuat saya menghela nafas lega. Mungkin juga aura ketentraman hati. Adem. Ayem. Namun, dari sekian banyak alasan kenapa saya mencintai hujan, saya pikir saya mencintai hujan karena hujan itu sendiri. 

Ketika melihat rintik yang jumlahnya tak bisa ku-matematika-kan itu, saya selalu berpikir, sebanyak itulah nikmat Allah SWT untuk kita. Sebanyak itulah cara kita untuk mencintaiNya. Banyak. Banyak sekali. Banyak sekali cara kita untuk mencintaiNya. Namun, kenapa kadang kita seperti tak tahu harus bagaimana agar bisa mengenalNya.


Terkadang, hanya dengan menatap rintiknya saja, sudut mata saya tiba-tiba basah. Entah kenapa...

Saya begitu merindukanNya...

Dan menikmati hujan adalah salah satu cara saya curhat denganNya...

Love YOU... sangaattt 

Rabu, 31 Oktober 2012

Khasiat Kopi




Selalu secangkir kopi --entah kopi hitam pekat maupun kopi krimer-- menemani saat santaiku. Aromanya yang menggoda selalu menyajikan sensasi tersendiri buatku. Dan ternyata si kopi hitam ini bisa dijadiin scrub lho. Iya. Scrub bunda...

Scrub dari kopi ini bisa mengangkat sel-sel kulit mati dan membuat kulit kita makin alusss mulusss, apalagi ramuannya tergolong aman tanpa campuran bahan kimia.

Ini dia bahan ‘n cara bikinnya, bunda...

Bahan:
·       3 Sendok Teh bubuk kopi
·       1 Sendok Teh garam (optional)

Cara membuat: 
Seduh kopi dalam cangkir, lalu pisahkan ampasnya dan tempatkan dalam mangkuk kecil. Campurkan ampas kopi dengan garam, lalu aduk rata. Nah, bunda bisa menggunakan campuran bubuk ini sebagai bubuk scrub untuk tubuh. Caranya, oleskan bubuk scrub selagi tubuh dalam keadaan kering, gosokkan dengan lembut sampai merata ke seluruh tubuh. Kemudian bilas bersih, setelah itu bunda bisa menggunakan sabun mandi untuk mengangkat sisa bubuk scrub tadi. Setelah selesai mandi, gunakan body lotion untuk melembabkannya ya bunda...

Selamat mencoba :)

Rabu, 24 Oktober 2012

First love

-->
Bayanganmu selalu di anganku
Walaupun dirimu tak akan pernah tahu
Bagaimana cara kuungkapkan
Tuk berkata suka kepadamu

Sanubariku yang rindu padamu
Bergetar selalu saat kehadiranmu
Bagaimana cara kuungkapkan
Tuk berkata cinta kepadamu

Mungkinkah
Kita saling berkata cinta (mesra)
Mungkinkah kau terima
Rasa sayangku padamu

Biarkan saja kusimpan cinta ini
Sampai saat nanti kuungkapkan
Biarkan saja kusimpan cinta ini
Sampai saat nanti kaupun tahu
Sampai saat nanti kaupun tahu

Bagaimana caranya
Untuk berkata padamu
Dan mengungkapkan semua
Rasa cintaku padamu


Lagu ini dulu jadi hitsku saat masih menginjak bangku es em pe. Syeneng banget baca lyricknya. Sederhana dan apa adanya. Tentang kisah cinta seorang cowok pada seorang cewek yang begitu besar namun tak kuasa menyampaikannya dan memilih untuk diam, menunggu sang waktu yang membuka semua tabir itu. Hihi, setidaknya itu yang kutangkap dari lyrick lagu ini.


Minggu, 21 Oktober 2012

Love is You

Jika hati ini adalah kata
maka sekumpulan kata cinta sungguh telah memenuhinya

Kata yang sangat sederhana namun sarat akan cinta
Selalu membuncah ruah meluluhlantakkan perasaanku
antara marah, suka, duka, benci, kesal, kasih yang sangat banyak,
hingga tangis haru penuh rindu...

Semua emosi
perlahan kau kenalkan padaku
mungkin agar aku menjadi jauh lebih hebat dari sebelumnya
mungkin agar aku jauh lebih kokoh dari sebelumnya
dan mungkin...
semua akan lebih ringan jika mampu kutuangkan melalui pena
Melukis indah kesabaranmu
Membuat sketsa nyata ketulusanmu

Sayangnya...
aku benar-benar tidak berdaya
menuangkan semua tentangmu
pada lembaran putih tanpa nyawa...

Mungkin karena kau begitu sempurna bagiku, suamiku...

Kamis, 05 Januari 2012

Inner Beauty Si Mbah

Wanita tua yang biasa kupanggil mbahibu itu sudah hampir empat tahun ini meninggalkan hari-hariku. Semasa beliau sugeng, kekagumanku pada sosok nenek benar-benar melebihi kegamuanku pada Ibuku sendiri. Mengapa? Karena nenek mempunyai sifat yang hampir semua aku harapkan ada pada diriku.

Pertama, nenek sangat setia. Kakekku meninggal sekian puluh tahun yang lalu, saat Ibuku masih memakai seragam merah putih dan aku pastinya belum terlahir saat itu. Sepeninggal kakek, nenekku menjadi seorang janda yang semula berstatus nyonya besar menjadi seorang wanita sederhana. Di tengah kesederhanaannya itu, nenek harus membesarkan kelima putra-putrinya. Tiap hari nenek berjalan kaki dari rumah menuju pasar besar yang jaraknya bisa sampai lima kilo, untuk berjualan pakaian.

Aktivitas tersebut terus beliau lakukan hingga puluhan tahun kemudian, hingga semua putra-putrinya menyandang gelar kesarjanaan, bekerja, lalu menikah dan kemudian cucu-cucunya terlahir. Dan aku pun menjadi saksi perjuangan beliau. Semasa SD aku bersekolah tidak jauh dari rumah nenek, dan setiap kali pulang sekolah itulah aku selalu menunggu kepulangan bapak dan ibu dengan menemani nenek berjualan baju di pasar. Aktivitas yang sangat berbeda dengan aktivitas sehari-hariku tersebut sungguh sangat menarik bagiku. Membantu nenek mengambilkan uang kembalian, membungkus pakaian, hingga mengekor nenek ke masjid pasar jika adzan berkumandang. Dan satu hal yang tentunya membuatku bersemangat adalah beberapa kali aku mendapatkan pakaian baru dari nenek, bahkan aku boleh memilihnya sendiri.

Lalu kenapa kukatakan nenekku seorang yang setia?


Selasa, 03 Januari 2012

Datang untuk Pergi

Suatu hari di sebuah senja nan elok
Aku tengah bercengkerama manja
Dengan kekasihku, jagoan kecilku,
Juga penghuni baru rahimku

Tak ada kopi menemani
Tak jua secawan cake
Namun semua begitu sempurna
Dan seakan aku tak menginginkan yang lain lagi

Namun
Hanya sesaat
Sedetik kemudian suasana berganti
Tidak Allah izinkan dia menjadi penghuni rahimku
Dia pergi...

Termangu
Sepi
Hampa
Sakit
Nelangsa

Kembali...
Sentuhan mungilnya menyadarkanku
Dekapan mesranya menyentakku
Bersamaan kulihat senyum di wajah kekasihku
Ah, semua masih sempurna bagiku

Rabu, 03 Februari 2010

First love

Bayanganmu selalu di anganku
Walaupun dirimu tak akan pernah tahu
Bagaimana cara kuungkapkan
Tuk berkata suka kepadamu

Sanubariku yang rindu padamu
Bergetar selalu saat kehadiranmu
Bagaimana cara kuungkapkan
Tuk berkata cinta kepadamu

Mungkinkah
Kita saling berkata cinta (mesra)
Mungkinkah kau terima
Rasa sayangku padamu

Biarkan saja kusimpan cinta ini
Sampai saat nanti kuungkapkan
Biarkan saja kusimpan cinta ini
Sampai saat nanti kaupun tahu
Sampai saat nanti kaupun tahu

Bagaimana caranya
Untuk berkata padamu
Dan mengungkapkan semua
Rasa cintaku padamu

Lagu ini dulu jadi hitsku saat masih menginjak bangku es em pe. Syeneng banget baca lyricknya. Sederhana dan apa adanya. Tentang kisah cinta seorang cowok pada seorang cewek yang begitu besar namun tak kuasa menyampaikannya dan memilih untuk diam, menunggu sang waktu yang membuka semua tabir itu. Hihi, setidaknya itu yang kutangkap dari lyrick lagu ini.

Bertahun-tahun aku melupakan lagu ini. Sampai sekitar setahun yang lalu saat aku tengah ‘menyalurkan hobi’ dan sampai pada sebuah kejadian yang mengharuskanku menemukan lyrick lagu ini, aku kebingungan. Hingga saat itu aku masih menghafal lyricknya namun sama sekali tidak mengingat siapa yang menyanyikannya :’(

Sampai pada paragraf :
“Setelah semua kukeluarkan dari kotak besar itu, aku menemukan beberapa lembar kertas disana. Segera kuambil. Andai kutemukan sebuah Diary, mungkin pertanyaan-pertanyaanku tentang Putra akan terjawab, tapi sayangnya hampir semua cowok tidak menyukai benda tersebut dan tidak biasa menumpahkan isi hatinya pada lembaran-lembaran berbau wangi itu. Kecuali beberapa lyrick atau puisi ini yang mungkin bisa membantuku”

“Ada beberapa lyrick lagu lengkap dengan notasi gitar tertera disana. Kuambil secarik diantaranya saat aku sempat membaca sekilas lyrick lagu tersebut, sepertinya lyrick tersebut tidak asing dimataku. Aku mencoba menginga-ingat pemilik salah satu lagu yang ditulis Putra, yang sepertinya dulu juga sangat akrab di pendengaranku via Radio.”

Dan setelah itu aku berhenti menulis, aku sama sekali tidak mengingat siapa penyanyinya, aku hanya mengingat lagunya. Hingga kemudian kukosongi halaman tersebut. Lalu beberapa bulan yang lalu, tanpa sengaja aku menemukan lagu tersebut lagi via om google (makasih google), ternyata yang nyanyiin Yanni Libels. Huft, benar-benar satu nama yang tak sedikitpun kupikirkan. Kemudian kucoba cari video klipnya, hihi ternyata aku nggak berhasil menemukannya ^_^

First love...
“Kurasakan mataku berkaca-kaca lagi mendengar semua yang dikatakan Adel. Mungkin memang aku yang bodoh karena membiarkan Putra masuk kehidupanku lagi. Tapi apa Adel tidak mengerti juga bagaimana sulitnya melupakan cinta pertama? Seandainya yang datang kemarin itu adalah Dandy, kupastikan aku langsung bisa membuatnya hengkang dari hidupku. Tapi ini Putra. My first love. Orang asing yang pertama kali mengenalkanku pada perasaan suka pada lawan jenis, yang benar-benar menyentuh hati, yang kemudian hanya dengan sedikit pembicaraan dan senyum darinya sudah mampu membuatku terbang melayang seakan tengah menjadi bagian dari kisah-kisah romantis dalam sebuah dongeng dan selanjutnya aku merasa telah menjadi seseorang yang beda dari sebelumnya.”

First love...
Gimanapun kronologisnya
Endingnya selalu bisa jadi cerita
First love...
Gimanapun hati pernah disakiti karenanya
Endingnya selalu diceritakan dengan senyum tertahan
First love...
Gimanapun marahnya
Endingnya selalu melupakan semua kekecewaan itu
First love...
Ya seperti itu....
^_^